When this life becomes more difficult, I hope my starlight will stay to give me little hopeness in this black holes darkness sky

krisjoko

Mencipta Desain dari Cipratan

Thursday, January 1, 2009 by kris joko


Anda bisa mengubah tumpahan tinta ke atas ketas menjadi komponen gambar, yang kemudian bisa diolah menjadi desain grafis yang keren. Bikinnya gampang saja, cukup dengan dukungan scanner dan Adobe Illustrator. Tinggal dipindai, sedikit olah dengan tracing, dan selanjutnya siap diolah untuk menjadi apa saja, semisal kaus atau desain web.

Anda bisa membuat cipratan tinta ini secara sengaja dengan menumpahkan tinta hitam di atas kertas putih. Buatlah cipratan dengan beragam variasi agar bisa dipilih mana yang paling sesuai dengan konsep desain yang hendak dibuat.

Terasa merepotkan? Cari saja gambar cipratan tinta lewat Google.com dengan kata kunci “Ink Splatter”. Tapi maklumilah jika bentuknya tidak seberagam dan sefleksibel jika Anda membuatnya sendiri.

1. Biarkan kertas yang terciprat tinta kering. Setelah itu, pindailah dengan menggunakan scanner dalam modus black-white (hitam-putih) atau grayscale. Simpan dalam format JPG agar lebih mudah dikelola.

2. Buatlah dokumen baru di Illustrator. Ambil gambar yang akan Anda olah dengan mengklik [File] > [Place...]. Cari lokasi penyimpanan file yang telah Anda scan, pilih gambarnya, lalu klik tombol [Place].

3. Tunggu beberapa saat sampai muncul di area kerja. Atur ukurannya agar sesuai bidang gambar dengan [Selection Tool]. Agar terjaga proporsinya, tarik (drag) sudut-sudut gambar sambil menekan tombol [Shift] di keyboard.

4. Untuk cara cepat konversi gambar ke bentuk vektor, klik gambar dengan [Selection Tool], lalu klik [Object] > [Live Trace] > [Make], atau langsung klik tombol [Live Trace] di toolbar. Tampak indikator progress, lalu image pun berubah menjadi vektor. Untuk bisa diolah secara bebas, klik tombol [Expad] di toolbar.

5. Hilangkan area kertas putih yang mengikuti gambar noda cipratan. Gunakan [Direct Selection Tool], tombol tanda panah berwarna putih, lalu klik area putih dekat cipratan, dan tekan [Delete] di keyboard. Anda juga bisa menghapus beberapa noda yang tak diperlukan dengan cara yang sama. Warnai noda dengan mengkliknya memakai [Selection Tool] atau [Direct Selection Tool], dan pilih warna dari panel SWATCHES atau COLOR.

6. Gambar bisa diperbesar tanpa menjadi pecah. Klik gambar, lalu klik-tarik sudut gambar dengan mouse pointer. Gambar ini bisa digandakan dan Anda distorsi bentuknya. Selain itu, Anda juga bisa menambahkan noda dengan model cipratan yang berbeda dengan cara yang sama.

7. Berkreasilah dengan bebas. Anda bisa saja menyisipkan foto siluet wajah, tengkorak, mobil, dan sebagainya yang sudah di-tracing menjadi vektor. Berikutnya, masukkan ke dalam rangkaian cipratan sehingga seakan-akan wajah tercipta dari cipratan. Warnai gambar baru tersebut dengan warna yang sesuai dengan background, di mana di sini berwarna putih.

8. Gabungkan semua komponen gambar dengan menekan [Ctrl] + [A] untuk menyeleksi semua gambar, lalu gunakan fasilitas di Pathfinder (yang bisa diakses dengan mengklik [Window] > [Pathfinder]). Sambil menekan tombol [Alt] di keyboard, klik tombol [Exclude].

9. Gambar telah bergabung secara berpotongan. Kini Anda bisa mewarnai ulang gambar kesatuan dengan memilih warna —untuk file gambar — yang Anda sukai. Agar apik, teks bisa ditambahkan. Desain ini pun bisa disablon ke kaus jika suka.

Sumber: PCplus

Filed under having  

0 comments:

Post a Comment