When this life becomes more difficult, I hope my starlight will stay to give me little hopeness in this black holes darkness sky

krisjoko

Merayu Elektrik Starter yang Lagi "Ngambek"

Tuesday, December 2, 2008 by kris joko


Kalau elektrik starter (motor bebek, skutik dan sport) Anda “ngambek”, kenyamanan saat menghidupkan mesin jadi berkurang. Malah kalau mesin agak rewel, dipastikan Anda akan bercucuran keringat untuk menghidupkan mesin. Anda harus mengerahkan tenaga, menggunakan kaki untuk menggerakkan starter “selah” yang juga disebut “kick starter” agar mesin bisa dihidupkan.

Bagi wanita yang menggunakan motor, baik berbelanja ke pasar, bekerja maupun mengantarkan putra-putranya ke sekolah, kalau starter listrik ngambek, pasti akan mengesalkan. Untuk mencegah kondisi tersebut, sistem starter perlu diperhatikan.

Paling Sering
Faktor yang paling sering menyebabkan starter listrik ngambek adalah bila pasokan energi listrik dari batere atau aki tidak memadai. Motor starter (awam menyebutnya dinamo starter) pada sistem elektrik starter sepeda motor, membutuhkan energi listrik paling besar dibandingkan komponen lainnya pada motor. Karena itulah, kabel yang digunakan berukuran besar dan harus dilengkapi dengan relay untuk mencegah tombol terbakar atau cepat rusak.

Pada aki motor, bagian yang paling sering menimbulkan masalah adalah batere atau aki. Kalau aki sudah lama digunakan, dipastikan masa tugasnya sudah habis dan harus diganti baru. Biasanya berkisar 2 – 3 tahun.

Kalau aki masih baru, penyebab adalah air aki yang kurang atau terminalnya korosi. Pada aki basah, gangguan bisa lebih sering dan lebih cepat lagi. Malah pada aki basah, kedua terminal bisa saja mengalami korosi. Sedangkan pada aki kering atau MF (maintenance free), terminal negatifnya yang korosif. Akibatnya, arus yang sampai ke motor starter berkurang.

Korosi pada terminal aki tidak hanya menghalangi listrik ke motor starter, juga menyebabkan ujung kabel kabel massa (ground) yang dihubungkan ke aki rusak atau rontok. Baut dan mur pada terminal juga tidak bisa dibuka. Karena itulah, terminal aki dibersihkan secara teratur. Paling gampang, semprotkan “contact cleaner” atau mengoleskan gemuk setiap bulan, baik untuk aki kering maupun basah.

Korosi pada terminal negatif menyebabkan aliran listrik yang akan kembali ke aki terhalang. Karena itulah, agar motor starter “tokcer” dan mencegah bagian lain cepat rusak, kedua terminal aki harus bersih. Kalau sudah terlanjur rusak, harus diganti dengan kabel berukuran besar. Tidak boleh menggunakan kabel atau terminal dengan ukuran sembarangan.

Kalau ukuran kabel di terminal negatif ke masa kecil, selain menyebabkan peralatan kelistrikan tidak bekerja dengan baik, juga bisa menimbulkan kebakaran.

Tombol Starter
Bagian lain yang juga dapat menimbulkan masalah adalah tombol starter pada setang motor. Karena sering digunakan, terutama motor-motor yang sudah berumur, kontaknya yang dibuat dari tembaga akan oblak. Atau bisa pula per pembaliknya lemah. Kalau sudah begini, “unit switch assy handle” harus diganti.

Motor Starter
Terminal positif pada motor starter juga dapat menimbulkan masalah. Penyebabnya, daya jepit klip pada terminal lemah. Akibatnya arus listrik yang sampai ke motor lemah dan tidak kuat memutar mesin. Malah karena motor sering dicoba untuk dihidupkan, klip tersebut bisa copot dari terminal motor.

Kerusakan pada jeroan motor starter adalah borstel (brush) atau arang. Komponen aus atau menipis sehingga tidak bisa lagi membuat hubungan tipis. Ini bisa terjadi karena selama starter dihidupkan, komponen selalu bergesek dengan komutator (rotor) starter. Akibatnya, dalam beberapa tahun borstel ini akan habis atau menipis dan tidak bisa lagi membuat kontak dengan startor. Cara mengatasinya borstel harus diganti.

Penyebab lain motor starter rusak, terdapat kotoran di komutator. Kotoran tersebut berasal dari uap oli merembes melalui celah “bearing” motor starter. Untuk mengurangi akumulasi kotoran uap oli, gunakanlah oli sesuai dengan standar tekanan yang telah ditentukan pabrik. Tidak boleh lebih. Kalau lebih menyebabkan tekanan uap oli saat mesin bekerja tinggi dan jumlah yang akan merembes ke motor starter makin banyak.

Relay
Komponen ini boleh dikatakan paling jarang menimbulkan gangguan. Tandanya, komponen ini bekerja, saat tombol starter ditekan, terdengar bunyi, ”Tek...tek.”

ZBJ

Filed under , having  

3 comments:

NYoMaN said...

tips yang sangat bagus :) namun saya tidak ada motor :P

ifoell said...

Tips mantap...
kalo bunyi tik..tik.. bang.?
itu kan bunyi hujan di atas genting..
xixixixixixixi..

lariiii ah..
mumpung g ada orangnya

NYoMaN said...

hehe udah lari si ifoell :P

Post a Comment