When this life becomes more difficult, I hope my starlight will stay to give me little hopeness in this black holes darkness sky

krisjoko

Pininfarina B0 Diproduksi Tahun Depan!

Tuesday, October 7, 2008 by kris joko


TEKAD berbagai perusahaan untuk memproduksi mobil listrik makin bergelora, Kalau perlu dengan kerja sama. Cara itulah yang ditempuh Pininfarina yang selama ini hanya merancang mobil untuk merek-merek terkenal, seperti Ferrari, Ford, Volvo, dan sebagainya. Akhir tahun depan dipastikan Pininfarina akan memproduksi mobil listrik yang saat ini dipamerkan di Paris Motor Show, yaitu B0 (B Zero). Padahal, menjelang akhir September lalu Pininfarina menjadwalkan kembali beberapa proyek pembuatan mobil berkenaan dengan ekonomi global yang tidak menentu.

Dari segi desain, mobil listrik yang ditampilkan Pininfarina ini ibarat gadis seksi. Orang tak cukup memandangnya sekilas. Kalau ada kesempatan dipelototi, diraba, dikagumi, lantas diimpikan. “Suatu saat harus memilikinya!”

Untuk mewujudkan hal tersebut, rumah desain yang bermarkas di Torino itu bergandengan dengan kelompok usaha dari Italia, Bolloré, memproduksi B0 secara massal. Rencana yang lebih dahsyat, B0 akan dipamerkan di Geneva tahun depan, dan tampil dengan versi produksinya!

Andrea Pininfarina
Bagi Pininfarina, B0 sekaligus dipersembahkan kepada CEO mereka yang meninggal Agustus lalu, Andrea Pininfarina. Karena itu pula, pada rilisnya, pemikiran Andrea dijadikan penggantar.

“Untuk memikirkan, menggambar, merancang, dan membuat mobil tak cukup dengan proses mental yang hebat. Juga tidak menyederhanakan pilihan bisnis. Juga, tanggung tanggung jawab sosial adalah segala-galanya,” ungkap Andrea Pininfarina ketika bertekad mewujudkan B0 berapa bulan sebelum meninggal.

Sampai 250 km
Di Paris Motor Show yang masih berlangsung saat ini, BO kebetulan berada dekat stan Honda. Perusahan Jepang ini gencar mempromosikan Insight, mobil hibrida yang ditawarkan dengan harga kompetitif. Meski begitu, daya tarik B0 tetap tinggi dan diulas banyak media otomotif. Inilah yang membuktikan, BO bukan sekadar estalase, tetapi dambaan yang akan menjadi kenyataan.

Mobil empat pintu, hatchback, empat penumpang ini diproduk bersama antara Pininfarina dan Bolloré. Cukup menarik, kedua perusahaan mengatakan segera meningkatkan produksi baterai yang digunakan pada B0. Pasalnya, baterai yang dibuat sendiri oleh Bolloré yang punya pengalaman memproduksi komponen kapasitor selama 30 tahun.

Baterai B0 berukuran tipis, bisa untuk menempuh jarak 250 km sekali charge (jarak Jakarta-Bandung). Kecepatan tertinggi yang bisa dicapai, dibatasi secara elektronik, 130 km. Namun yang pasti, akselerasinya termasuk ok! Saat ini, untuk 0-60 km per jam dibutuhkan waktu 6,3 detik, dan diperkirakan 0-100 km per jam di atas dua digit.

Sumber energi B0 adalah gabungan baterai dan superkapasitor yang dibuat pabrik Bolloré di Quimper, Perancis, dan Montreal, Kanada. Baterai ditempatkan di ruang khusus di kolong mobil, yaitu antara as roda depan dan belakang. Pemilihan penempatan ini bertujuan untuk memperoleh pengendalian yang mantap. Pasalnya, titik berat mobil jadi rendah. Untuk ini, B0 dilengkapi dengan transmisi otomatik sehingga pengemudi tak pusing lagi menghadapi lalu lintas yang makin padat.

Baterai dibuat dari lithium-polymer atau disebut LMP yang bisa diisi ulang dalam beberapa jam saja. Kelebihannya tidak memerlukan perawatan khusus. Umur pakainya diperkirakan mencapai 200.000 km. Cukup diisi ulang dalam beberapa jam melalui stekker dan stop kontak standar di rumah-rumah.

Superkapasitor yang digunakan pada BO dikembangkan secara khusus oleh Bolloré . Fungsinya, untuk mengambil dan menyimpan energi saat mobil direm. Lantas digunakan saat mobil dijalankan lagi. Dengan kombinasi tersebut, Bolloré dan Pininfarina mengatakan, akselerasi BO lebih mumpuni, umur pakai dan daya tahan baterai jauh lebih baik.

Panel Surya
Selain itu, juga ada tambahan energi dari panel sel surya yang berfungsi sebagai atap dan sebagian kap depan. Energi dari sel surya nantinya disimpan di dalam baterai dan bisa digunakan untuk mengaktifkan perlengkapan di mobil atau membantu menjalankan mobil.

Dengan fitur tersebut, mobil ini cocok dipasarkan di Indonesia. Pemiliknya tak perlu repot parkir di tempat yang terlindung. Parkir di bawah langit terbuka, saat matahari terik, malah untung, karena mendapat energi gratis tanpa polusi. Bahkan saat berjalan di lalu lintas yang macet dan matahari terik, mobil akan mendapatkan energi barunya!

Pada kondisi harga bahan bakar yang masih mahal saat ini, BO menarik perhatian banyak orang. Hebatnya lagi, karena mengandalkan tenaga listrik saja, berarti mobil ini tidak akan menimbulkan suara bising dan tentu saja bisa mengurangi “stress” di jalanan. Sayangnya, sampai saat ini Pininfarina dan Bolloré belum bisa memperkirakan harganya.

Bagi konsumen Indonesia, lambat atau cepat mobil listrik dipastikan akan sampai di sini. Ini artinya, tercipta ladang baru bagi PLN. Kita berharap, dari sekarang PLN sudah memikirkan akan mendapatkan tambahan konsumen baru, yaitu mobil-mobil bertenaga listrik. Harapan yang lebih tinggi, untuk mengisi baterai mobil tersebut, PLN jangan lagi menggunakan pembangkit yang harus membakar BBM. Sumber daya alam yang cukup kaya di Indonesia, seperti panas bumi, sudah saatnya ditingkatkan! Dengan demikian, kalau ada gejolak harga minyak, konsumen mobil listrik tenang-tenang saja.

Juga ada harapan, agar mobil listrik cepat sampai ke Tanah Air, pemerintah membuat kebijakan khusus, memberi insentif atau pengurangan pajak pada mobil yang tidak menimbulkan polusi ini.

Filed under having  

0 comments:

Post a Comment