When this life becomes more difficult, I hope my starlight will stay to give me little hopeness in this black holes darkness sky

krisjoko

Tip & Panduan: Memilih dan menentukan mutu oli mesin secara proporsional dan benar

Sunday, August 24, 2008 by kris joko

Merk oli mesin yg beredar saat ini lebih dari 220 merk. Kalo dihitung dari type/jenisnya oli mesin otomotif bisa mencapai ribuan jenis . Untungnya yg ada dibengkel ga lebih dari 10-an merk, kecuali toko2 oli yg gede. Jadi Kita ga pusing2 amat memilih.
Beberapa hal yg mesti Kita pahami dalam memilih merk dan hal yg terkait dg mutu dan kinerja oli mesin yg ada dipasaran sbb:

  • Proporsional →Spesifikasi mutu oli yg dipakai: Yang palng ideal, Pakai kriteria oli mesin sesuai rekomendsi kendaraan Anda. Ya SAE, ya kode APInya.
Ingat, tingkat API tinggi dan SAE encer tidak berarti mutunya lebih bagus!!!

  • Proporsional →masa pemakaian oli: Apapun merk dan jenis oli mesin yg Anda Pakai, pastikan Anda tahu masa pemakaiannya. Kalau ada produsen oli yg tidak memiliki data ini, ya sederhana saja ,bgaimana kita tahu oli mesinnya bermutu? Kesimpulannya produsennya ga’ profesional.

  • Kocok Botol Oli sebelum dipakai→Oli terdiri dari 2 senyawa: bh.dasar oli + aditif. Aditif komposisinya Cuma 5-20% dari total vol..oli. Tetapi justru aditif adalah ”roh”-nya oli. Tanpa aditif, oli mesin umurnya bisa sangat pendek. Aditif memiliki sifat lebih berat dari bahan dasar oli. Di botol oli , aditif relatif berada di bagian dasar botol. Hasil uji coba dg AAS (Atomic Absorbtion Spectroscopy ) menunjukkan, Oli yg dituang ke dalam mesin tanpa dikocok akan memiliki kandungan aditif yg lebih sedikit dibandingkan yg dikocok lebih dahulu.
Tapi Ada juga yg bilang : ” Saya selama ini memakai oli mesin tanpa dikocok lebih dahulu, dan tdk ada masalh tuh ... dg mesin kendaraan Saya” ? Yg mesti difahami, aus komponen logam di dalam mesin , ukurannya adalah PPM (part per million=dalam 1 liter oli, logam yg aus seberat 0.001 gr . Jadi sangat kecil sekali. Mesin baru bermasalah kalau oli bekasnya mengandung aus mesin untuk beberapa unsur logam sebesar 40 PPM. Jadi artinya, wajar kalau tanpa dikocokpun , kita merasa ”tidak ada masalah” dg kondisi mesin kendaraan Kita. Dampaknya baru akan terasa beberpa tahun kemudian.Tanpa dikocokpun oli sebenarnya, bisa langsung dipakai di mesin. Namun biar kinerjanya lebih optimal , ya..ga ada susahnya mengocok botol oli.!! Dan dengan langkah ini, Kita bisa menunda proses aus mesin kendaraan beberapa tahun lagi kedepan.
.
  • Mutu = data hasil uji ≠ retorika promosi. Tolok ukur suatu oli mesin adalh data dan angka hasil uji. Baik di Lab. Atau di lapangan. Pilih Merk oli mesin yg memiliki data spesifikai yg jelas dan ditampilkan di websitenya. Cari informasi sebanyak 2nya ttg perbandinagn mutu merk2 oli yg banyak tersebar di internet.. Syukur2 ada perbandingan hasil uji semikerja spt: Uji kinrja aditif terhadap oksidasi (ASTM D-4742) , Uji aus mesin (Four Ball Wear (ASTM D-4172 atau Uji Timken Load), TBS (tappered Bearing simulator), Uji stabilitas kekentalan oli thd suhu tinggi.Temperature/High Shear (ASTM D-4683) . Jangan pernah terbuai dg retorika yg dipakai produsen oli dalam promosinya, apapun yg mereka katakan ttg oli mereka. Tidak punya data hasil uji lab. No way!!!
Sayangnya memang, banyak produsen oli disini, belum terbuka dan ga’ terbiasa dengan pengungkapan data hasil uji oli, spt. Yg konsumen harapkan..

  • Mutu Oli tdk tergantung dari jenisnya: mineral, oli sintetis atau semisintetis !!
→ Mutu oli mesin tidak diukur dari jenis olinya , sintetis atau bukan. Bila diuji di Laboratorium, sifat spesifikasi oli sintetis bisa jadi lebih tinggi nilainya. Namun mesti diingat mutu oli mesin bukan hanya terkait dengan jenis olinya tetapi juga aditif yg dipakai. Lebih dari itu, masalah mutu oli mesin, tolok ukurnya bukan sekedar hasil uji sifat spesifikasinya . Mutu oli mesin baru terlihat ketika dipraktekkan di lapangan , diaplikasikan dan diuji jalan pada mesin kendaraan sesungguhnya (road Test) atau diuji pada metoda uji semi kerja spt. No.4. Ibarat dalam kehidupan , seseorang dg nilai tinggi di sekolah/universitas, pada prakteknya dalam bekerja, belum tentu kinerjanya sama baiknya seperti saat ia di sekolah. Dan dari beberapa hasil uji 2 jenis oli mesin ini, hasilnya malah sebaliknya. Kuncinya adalah proporsional dan profesional dalam pemakaian dan menyikapi masalh oli mesin. Mutu dan kinerja Oli mesin sintetis dan mineral bisa sama baiknya, tergantung dari merk dan cara Kita memahami masalh ini secara benar & proporsional.

  • Tampilan & isi Website : Produsen oli bermutu biasanya tidak sekedar memiliki dan menampilkan website yg mereka miliki. Tetapi juga merepresentasikan sebagai produsen oli bermutu, kualified dan terbuka kepada konsumennya dalam menampilkan hasil uji lab. dari spesifikasi/ Mutu oli mesinnya. Lebih jauh lagi , produsen oli terkemuka biasanya berani membandingkan hasil uji /mutu olinya dg merk lain dan juga hasil uji Roadtest yg pernah dijalani. Hal ini biasanya tidak dilakukan oleh produsen oli yg ”Biasa-biasa saja”.

  • Reputasi merk. Merk Oli bermutu biasanya dapat dikaitkan dengan reputasi produsen oli tersebut sebagai produsen minyak terkemuka dunia. Tapi tentunya tidak semuanya. Ada juga beberapa merk oli mesin terkemuka dan bermutu yg bukan merupakan produsen minyak dunia.

  • Kode & Istilah : Pemahaman kode & istilah oli mesin sangat penting, karena sektor oli mesin penuh dg istilah/kode yg biasanya banyak disalhtafsirkan maknanya dikalangan otomania dan masyarkat. Salah mengartikan istilah, akan salah juga, Kita menafsirkan mutu suatu oli mesin. Lebih jauh, Dg pemahaman yg benar , akan istilah & kode oli mesin”, Kita tidak akan mudah tertipu karerna tahu permasalahan sesungguhnya dan paham apa dan bagaimna seharusnya bersikap dalam menentukan, menyiasati, memahami makna sesungguhnya dari kode/istilah di seputar oli mesin tsb.

Bebrapa Kode dan istilah penting yg perlu di ketahui:
NPT: Setiap merk oli seharusnya mencantumkan Kode NPT (nomor pelumas terdaftar pada kemasanya/botolnya. Kode ini artinya oli tsb sudah diuji di Laboratorium Kami (Lemigas) dan layak dipasarkan di Indonesia. Kalau tidak ada bukan berarti belum diuji, tetapi biasanya botolnya langsung diimport dr luar dan belum dicantumkan NPT-nya. Untuk yakinnya tanyakan hal ini pada produsen olinya. NPT dikeluarkan dalam bentuk sertifikat di tandatangani oleh pejabat di Dirjen Migas, Dept.ESDM.
Macam-macam penulisan NPT:
Untuk oli mesin dan oli samping
- Deptamben RI NPT KY xx E xxxxxxx

(KY)Kode merk (X) angka (E) kode oli mesin/samping
- DESDM NPT RWxxExxxxxxx
- DESDM RI NPT ACxxExxxxxxx
- NPT ADxxExxxxxxx
ntuk oli transmisi atau gear

- Deptamben RI NPT KYxxRxxxxxxx
- DESDM NPT BSxxRxxxxxxx
Dsb.

Untuk lebih memahami dalam menyisasti mutu oli mesin coba lihat perbandingan mutu mrk oli mesin ini disini:

http://www.animegame.com/cars/Oil%20Tests.pdf


KOMPARASI MUTU BEBERAPA MERK OLI MESIN TERNAMA.
Anda mungkin akan SHOCKK ...., kalau melihat hasil uji .yg mengggambatrkan perbandingan kinerja mutu dari beberpa merk oli mesin ternama disni., Tapi , kaga juga dink...???. Beginilah seharusnya mutu merk2 oli mesin diperbandingkan.
Selamat mempelajari ..Dikutip dari majalh Otomotif, Street Commodores , Australia, Edisi maret 2006.

Itu saja dulu , takut kepanjangan. lain waktu bisa disambung lagi . Bagi yg belum jelas bisa didiskusikan lebih lanjut atau ada hal yg ingin ditanyakan ataupun seandainya Anda ingin mendapatkan semacam ”Coaching Clinic” ttg Oli mesin, ingin tau lebih jauh, Apa sih sebenarnya isi dari oli mesin itu? (Gratis), bisa kirim Email: mfuad@lemigas.esdm.go.id atau 0813-842-292-07.
Mudah2an bermanfaat!!
Terima Kasih
Wassalamualaikum Wr.Wb


M. Fuad

Filed under , having  

0 comments:

Post a Comment