When this life becomes more difficult, I hope my starlight will stay to give me little hopeness in this black holes darkness sky

krisjoko

Makin Kolaboratif, Belajar Bersama di Satu Komputer

Sunday, July 27, 2008 by kris joko


ONE Laptop Per Child (OLPC) yang digagas Profesor Nicholas Negroponte sejauh ini gagal menghadirkan satu laptop ke setiap siswa di negara miskin untuk mendongkrak kualitas pendidikan melalui pemanfaatan teknologi informasi. Tidak mudah memaksa pemerintah negara-negara berkembang untuk belanja jutaan laptop agar setiap unitnya hanya seharga 100 dollar AS seperti yang diharapkan.

Masalah lain selain biaya adalah tingkat efektivitasnya. Lebih efektif setiap siswa belajar dengan satu laptop atau satu komputer untuk digunakan bersama-sama. Meski belum ada penelitian mengenai hal tersebut, pilihan kedua lebih menjanjikan. Kolaborasi siswa secara bersama-sama di depan komputer akan menciptakan interaksi kelompok. Di sisi lain, akan menghemat biaya jika satu komputer dapat digunakan bersama.

Namun, dengan standar komputer yang ada saat ini kolaborasi di satu komputer agak terhambat karena hanya tersedia satu keyboard dan satu mouse. Kalaupun digunakan bersama, hanya satu orang yang aktif, dan lainnya menonton.

Hal tersebut tidak masalah lagi dengan hadirnya Microsoft Windows Multipoint Software Development Kit. Inovasi teknologi yang dikembangkan Microsoft Research di India ini mengamodokasi penggunaan lebih dari satu mouse untuk digunakan bersama-sama dalam satu komputer. Microsoft Indonesia meluncurkan teknologi kolaborasi baru yang dirancang khusus untuk dunia pendidikan itu di Yogyakarta, pada penutupan Microsoft Innovation Teacher, Jumat (25/7).

"Teknologi ini merupakan solusi bagi sekolah-sekolah yang memiliki komputer dalam jumlah terbatas. Terutama bagi sekolah-sekolah yang misalnya hanya memiliki 5-6 komputer atau bisa menjadi solusi di ruang laboratorium," ujar Business Development Manager Unlimited Potential Group PT Microsoft Indonesia Bonnie Mamanua. Multipoint menjadi solusi yang cocok untuk meningkatkan jangkauan PC untuk mendukung proses pembelajaran. Aplikasi ini dapat digunakan serempak dengan 30 mouse.

Salah satu aplikasi yang digunakan disebut MightyMice. Software tersebut merupakan pengembangan aplikasi PowerPoint dengan tambahan aplikasi untuk membuat proses belajar menjadi lebih interaktif bagi anak didik.

Kolaboratif

Dalam demo yang dipimpin oleh Budi Setyono, guru SMAN 1 Sewon, ditampilkan simulasi ruang kelas dimana terdapat satu PC dengan lima mouse. Budi seolah-olah mengajar kelima orang yang bertindak sebagai murid dengan menggunakan aplikasi MightyMice.

Lima mouse dihubungkan ke laptop dengan menggunakan hub yang terdiri dari lima USB port. Karena menggunakan lima mouse tentu saja terdapat lima cursor yang bergerak di layar komputer. Mereka dituntun untuk memilih ikon masing-masing dan menuliskan nama mereka. Jadi, ketika kursor bergerak bersama dengan icon dan nama mereka.

Setelah itu guru dapat memulai pelajaran. Misalnya menggambar atau meletakkan nama daerah atau wilayah di peta buta dan sebagainya tanpa harus dibingungkan mana milik A, mana milik B, C dan seterusnya.

"Sangat kolaboratif karena bukan sekedar memindahkan papan tulis ke teknologi komputer dari kelas. Anak-anak lebih interaktif," ujar Budi dalam simulasi. Tentu saja hal itu mengundang pertanyaan dari para guru yang juga hadir dalam acara peluncuran ini. Mereka melihat kemungkinan bahwa keuntungan interaktif justru akan membuat kelas ribut dan tidak terkendali. Namun Budi mengatakan kemampuan mengendalikan kelas justru terdapat pada kreativitas guru.

"Guru dapat tetap memegang kendali atas kelas. Ini tergantung kita mengembangkan kebutuhan kita. Ini kan program yang full-feature, jadi kita bisa memanfaatkannya. Nggak susahlah dan coba share dengan guru lain," tandas Budi.

Multipoint dapat dijalankan di Windows XP dan Office 2003 atau 2007. Peranti lunak ini dapat diunduh secara gratis melalui website resmi Microsoft. Aplikasi MightyMice juga diperoleh secara otomatis ketika mengunduh Multipoint. Guru cukup menyiapkan sebuah PC dan sebuah keyboard, sebuah proyektor atau televisi, mouse sebanyak yang diperlukan, hub USB untuk mouse dan sambungan kabel jika mouse bukan wireless.

Caroline Damanik

Filed under , having  

0 comments:

Post a Comment