When this life becomes more difficult, I hope my starlight will stay to give me little hopeness in this black holes darkness sky

krisjoko

Melacak Aktivitas Pintu via Jaringan IP

Thursday, July 3, 2008 by kris joko


Di banyak perkantoran, sistem pintu dengan kartu akses khusus (access control system) sudah jamak ditemui. Maka orang yang bisa masuk/keluar dari satu ruangan/area bisa diatur dan dibatasi. Yang tidak berkepentingan/berhak bukannya cuma dilarang masuk, tetapi memang tidak bisa masuk, kecuali memang diijinkan.

Saat ini tersedia dua tipe access control system: stand alone (mandiri) dan system based. Tipe pertama tidak menggunakan software, sehingga tidak ada data apa pun –misalnya siapa saja yang pernah keluar/masuk ruangan, yang bisa di-download. Jika data-data seperti itu diinginkan, misalnya untuk melihat siapa yang terakhir keluar dari bank atau kantor lainnya, yang dipilih haruslah system-based.

Namun kedua cara di atas masih tergolong tradisional. Sebab selain instalasi yang rumit dan kabel yang malang-melintang, biaya pengadaan sistem seperti itu biasanya mahal.

Kini ada cara yang lebih mudah, yakni dengan memanfaatkan sistem komunikasi berbasis IP (Internet Protocol). Aktivitas pintu gedung dengan ruangan yang tak terbatas, seperti perkantoran, gedung pemerintahan, perbankan, pergudangan, dan lembaga-lembaga pemerintahan lain yang membutuhkan ekstra pengamanan, bisa dipantau oleh orang yang memang ditugasi untuk itu dari lokasi mana pun selama terhubung dengan jaringan komputer. .

Sistem berbasis IP ini difasilitasi oleh EDGE ESR40 & ES400 yang dibuat oleh HID. Solusi stand alone access control yang diageni oleh PT Datascrip ini didesain agar mudah dipakai, praktis, dan fleksibel. Unik, karena dengan basis teknologi IP, EDGE ESR40 & ES400 dapat dimonitor secara remote. Juga praktis karena perangkat tersebut tidak perlu diletakkan di sebuah ruang server khusus.

Basis Web membuat proses pengaturan dan monitoringnya dapat diakses dari sebarang perangkat, mulai dari PC, PDA, atau perangkat lainnya yang dapat mengakses browser. Untuk memfungsikan EDGE pun tidak perlu kabel power apa pun. Karena access control ini menggunakan fasilitas Power Over Ethernet (PoE), yang diperlukan hanyalah sebuah kabel UTP.Via jaringan,kontrol terhadap sistem dapat dilakukan dari mana. Begitu pula pengaturan dan monitoring.

Dengan ESR40 (EDGE Reader Solo) dan ES400 (EDGE Plus Solo), sampai 1000 pemegang kartu dapat mengakses dan menyimpan 5000 transaksi. Untuk skala yang lebih besar, sistem EDGE ESR40 dan ES400 dapat di upgrade sesuai kebutuhan.

ES400 dapat dihubungkan dengan semua tipe reader (Prox-Reader, Magnetic Reader, Smart Card Reader, Barcode Reader, dan Fingerprint Reader) dengan hanya memasang external reader support Wiegand Out. Sementara itu ESR40 tidak memerlukan tambahan reader karena mengemaskan Smart Card Reader built in.

Biaya EDGE ini diklaim lebih terjangkau dibandingkan sistem lain karena media penghubungnya cukup menggunakan UTP dan PoE via jaringan. Kelebihan lainnya, sudah tersedia software built-in sehingga tidak perlu pasang software tambahan lain. Selain membuat proses instalasi mudah dilakukan, software tersebut juga mempermudah pengguna untuk melakukan setting dan mencetak report.

Bagi perusahaan yang memiliki banyak kantor cabang di berbagai kota, sistem pengawasan jarak jauh berbasis IP ini jelas lebih efisien. Lebih murah dan juga praktis tanpa mengorbankan aspek keamanan. Semua kontrol dapat dilakukan dari kantor pusat tanpa perlu menempatkan tenaga khusus di setiap cabang.

Wiwiek Juwono

Filed under , having  

0 comments:

Post a Comment