When this life becomes more difficult, I hope my starlight will stay to give me little hopeness in this black holes darkness sky

krisjoko

Tarif Listrik Bakal Naik Lipat Dua

Tuesday, July 22, 2008 by kris joko

JAKARTA - Kalangan industri dan bisnis harus mulai bersiap-siap menghadapi beban baru. Ini terkait rencana PT PLN menaikkan tarif listrik pelanggan industri dan bisnis hingga lipat dua.

Menurut Komisaris Utama PLN Al Hilal Hamdi, kenaikan tarif itu hanya diberlakukan pada pelanggan besar kategori industri I3 dan I4, serta pelanggan bisnis B 3. ''Jumlahnya sekitar 8 ribu pelanggan,'' ujarnya di Jakarta kemarin (21/7).

Al Hilal mengatakan, kenaikan tarif industri dan bisnis itu merupakan upaya mengatasi ketimpangan kemampuan daya dan pertumbuhan permintaan yang tinggi.

Rencananya, PLN akan menaikkan tarif industri dan bisnis yang saat ini berkisar Rp 600 per kilowatt-hour (kWh) hingga ke level harga keekonomian atau sesuai biaya pokok produksi (BPP) yang mencapai Rp 1.300 per kWh. Artinya, tarif listrik akan naik hingga lipat dua.

Saat ini, kata Al Hilal, PLN sedang membahas rencana kenaikan tarif tersebut secara bisnis dengan kalangan industri yang difasilitasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Formula kenaikan tarif akan berpatokan pada harga energi primer untuk pembangkit listrik, yakni bahan bakar minyak (BBM) dan batu bara. ''Nantinya, tarif listrik bisa naik atau turun mengikuti harga BBM dan batu bara,'' terang dia.

Al Hilal menambahkan, meski pemerintah telah menerapkan program pengalihan jam kerja industri, PLN masih kesulitan memenuhi permintaan listrik yang terus meningkat. Apalagi, PLN menggunakan bahan bakar minyak cukup besar. ''Jadi, konsepnya adalah berbagi beban. Kalau kita semua ingin tidak ada pemadaman, kenaikan tarif solusinya,'' ujarnya.

Dia menyebut, kalangan industri telah memahami perlunya kenaikan tarif asal pelayanan PLN semakin baik. Selain itu, industri yang memakai generator listrik sendiri juga kesulitan dengan kenaikan harga BBM. ''Mereka mau naik asal pasokan terjamin,'' katanya.

Secara terpisah, Ketua Umum Kadin Indonesia M.S. Hidayat menegaskan rencana kenaikan tarif listrik industri masih dibicarakan dengan pihak PLN. Menurut dia, sejauh ini Kadin empat kali bertemu dan mendiskusikan dengan PLN. ''Tapi, kami belum bisa memutuskan setuju atau tidak,'' ungkapnya.

Saat ini, kata Hidayat, pihaknya masih menghitung besar kenaikan tarif listrik bagi kelompok pelanggan I3, I4, serta B3. ''Tapi, jangan semua beban PLN dialihkan ke industri, karena nanti kenaikannya pasti tinggi,'' ujarnya. (owi/dwi)

Filed under having  

0 comments:

Post a Comment